Kalender Musim Wisata Indonesia: Kapan Sebaiknya ke Mana

Pola musim kemarau dan hujan di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, serta cara memakai kalender musim di TravelPlan24.

Danau kawah Kelimutu berwarna toska di Flores

Foto: LukeTriton, CC BY-SA 4.0

Daftar Isi

Indonesia tidak punya satu musim yang sama di semua tempat. Pola umumnya: sebagian besar Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara kering sekitar April sampai Oktober. Sebagian Maluku justru paling basah di pertengahan tahun, dan laut Raja Ampat paling tenang di sekitar Oktober sampai April.

Di halaman Destinasi, tiap tempat punya peta 12 bulan, dan kalender musim di beranda membandingkan semuanya dalam satu tabel. Artikel ini menjelaskan cara membacanya.

Musim kemarau: Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara

Sekitar April sampai Oktober adalah waktu paling aman untuk pendakian (Bromo, Rinjani), sailing di Komodo, dan pantai di Lombok atau Sumba. Puncak keramaian ada di libur sekolah Juni sampai Juli dan akhir tahun, jadi pesan lebih awal.

Pola terbalik: Maluku dan sekitarnya

Banyak wilayah Maluku mengalami hujan terbanyak sekitar Juni sampai Agustus. Bila ingin ke Banda atau Ambon, akhir tahun sampai awal tahun sering lebih bersahabat. Raja Ampat juga lebih nyaman untuk menyeberang di sekitar Oktober sampai April.

Tempat yang nyaman sepanjang tahun

Danau Toba, Bandung, dan kota-kota seperti Yogyakarta tetap bisa dikunjungi di musim hujan; hujan biasanya turun sore hari. Rencanakan kegiatan luar ruangan di pagi hari.

Cara memakai kalender musim

  • Pilih bulan berangkat di filter Destinasi untuk melihat tempat yang sedang di musim terbaiknya.
  • Kotak hijau berarti bulan yang direkomendasikan. Itu bukan jaminan cuaca, hanya pola umum.
  • Untuk pendakian dan penyeberangan laut, selalu cek prakiraan cuaca dan status kawasan beberapa hari sebelum berangkat.

Prakiraan musim resmi diterbitkan oleh BMKG. Pola di artikel ini adalah gambaran umum; awal musim bisa maju atau mundur setiap tahun.